[Cerita Panas] Erna Teman Kencan Facebook ku

Berawal dari facebook temanku yang memang terkenal ganteng dan playboy di kantorku. Hingga tak salah kalau teman dia di FB hampir menyentuh angka 4000, jumlah yang sungguh fantastis dibandingkan dengan FB ku yang hanya memiliki teman 200 saja.

Suatu hari saat sedang istirahat siang, kulihat agus sedang asyik chating lewat FB hingga dia lupa makan, sedangkan aku memang lebih sering membawa bungkusan nasi dari Ibu di rumah hingga istirahat siang banyak kuhabiskan di kantor.

“Dia lagi berantem sama cowoknya” ujar agus saat aku tanya chating sama siapa. “Ni cewek ABG kuliah di fakultas keguruan…. sexy juga….” lanjut si agus.

Aku acuh saja karena memang keseharian si agus selalu mengejar cewek dari satu FB ke FB yang lain. Hingga kini konon dia pernah berkencan dengan hampir puluhan wanita dari situs pertemanan FB. Mulai dari tante – tante, ibu rumah tangga sampai ABG diembat juga sama dia.

Iseng aku tanya si agus, “Account nya apa gus.. aku boleh add nggak ?” tanyaku iseng.

Si agus mengangguk sambil menyebutkan alamat email si cewek ABG itu. Lalu aku search dan kudapati acc FB cewek itu yang ternyata bernama Erna. Sejurus kemudian dia pun meng-confirm friend requestku.

“Thanks for being my friend” tulisan perdanaku di wall dia. Kutunggu semenit, dua menit hingga 15 menit berlalu, dia tidak merespon comment ku di wall dia.

Sampai aku dikejutkan dengan tawa si agus.. “Kamu dibilang tua…” celetuk si agus yang masih asyik chat sama Erna.

Aku pun sedikit tersinggung dengan perkataan Erna tentang aku di chatingan sama si agus. Hingga aku kirim pesan lewat FB “Sorry, remove aja aku kalau aku ketuaan jadi teman kamu”

Tidak sampai satu menit dia pun membalas “Maaf, bukan maksudku begitu.. pasti si agus yang bilang ke kamu ya… sekali lagi maafin aku, bukan maksudku begitu”

Aku pun tak membalas lagi message dia karena aku sedang kesal dengan cewek ini. Sampai akhirnya si agus nyeletuk “Sialan dia offline gara – gara aku bilang dia ngomong kamu tua… “. Rupanya si Erna kesel juga chatingan dia dengan agus bocor ke aku hingga Erna memutuskan untuk offline.

Memang aku akui kalau umurku menyentuh angka 30, angka yang tergolong tua bagi seorang cowok membujang seperti aku. Tapi apa boleh buat, kalau Erna cuma mau berteman dengan orang yang umurnya dibawah 25 tahun.

Keesokan harinya aku terkejut mendapati hampir ada 5 message di inbox ku yang semuanya dari Erna. Intinya Erna merasa tidak enak hati dan memohon maaf karena sudah membuat aku tersinggung dengan perkataannya yang menyebut aku ketuaan.

Sampai sampai dia memelas meminta aku menghubungi ponselnya agar bisa meminta maaf secara langsung.

Selang beberapa hari kemudian aku dikejutkan dengan puluhan tulisan bernada minta maaf di wall ku dan tak kalah banyak message yang masuk ke inbox ku.

Terpaksa aku hapus satu satu comment comment itu, takut kebaca sama cewekku yang ada di kota lain. Demi mengamankan wall ku, aku pun terpaksa memberikan no ponselku kepada Erna.

Tidak ada 5 menit aku membalas pesan dia menyertakan no ponselku, ponselku pun berdering dari nomor hp yg tak kukenal. Aku menduga ini pasti erna, hingga terpaksa aku pergi ke pantry untuk menerima telepon dari no aneh ini.

Benar juga rupanya “Maaf yang mas… ” desah memelas seorang cewek diseberang. “Bukan maksudku menghina atau gimana mas…” lanjut dia.

“Nggak apa apa mbak, santai aja..” sahutku sekenanya sambil mematikan ponselku. Jujur waktu itu aku masih kesal dan sedikit memaki.. sombong sekali cewek itu.

Tut tuutt.. tut… tuutt.. suara khas bila ada sms masuk terdengar dari ponselku.
Rupanya erna mengirimkan pesan spt ini “Sekali lagi mohon maaf mas, bukan maksudku menyinggung perasaanmu, kalau boleh aku mau ketemu mas, aku mau memohon maaf secara langsung, bila perlu aku bersedia mencium kakimu demi sekeping maaf”

Aku pun rada terkejut, aneh sekali cewek ini. Masalah sepele kok sampai sedemikian serius nya pikirku.

Yah.. kembali demi memenuhi keinginan dia, aku menyetujui bertemu secara langsung sepulang kerja di sebuah cafe yang cukup terkenal di kota ini.

Singkat cerita tepat jam 18.00 sepulang kerja aku menggeber motorku ke cafe yang kita sepakati. Sesampai disana aku cuma menemukan beberapa orang yang sedang pacaran, namun ada satu meja berisi seorang cewek yang sedang menyendiri sambil ditemani kue tart ulang tahun.

Cewek ini cukup sexy dengan kaos putih ketat dia, umurnya sekitar 20 tahunan, aku tak tahu pasti apakah dia erna atau bukan, tapi feeling ku bilang sih itu bukan erna karena foto yang aku lihat di profile FB dia kurang jelas.

Celingak celinguk sebentar, aku pun lantas memesan kopi sambil menunggu telepon dari cewek ini. Tepat dugaanku saat aku menyelesaikan pembayaran, ponselku berbunyi pertanda ada sms masuk.

“Aku pake kaos putih sudah di cafe duduk di pojok sendiri..” begitu bunyi sms dari erna.

owww la la la… rupanya cewek yang tadi aku kagumi itu adalah si erna. Dengan berjalan gontai aku hampiri erna di mejanya.

Rupanya erna menunggu lebih dari setengah jam, itu terlihat dari minumannya yang hampir habis.

“Mas Rudy ya…” sapa erna sambil beridiri menjulurkan tangan saat aku sudah berdiri didepan meja dia.

“iya..!!!!” sahutku pendek sambil berjabat tangan lalu duduk di depan dia.

Selanjutnya kami mulai ngobrol yang intinya erna meminta maaf sedalam – dalam atas ucapan dia. Aku pun menanggapi dengan dingin sampai erna membuat kotak kue tart lalu menyalakan lilin dengan angka 30.

“Selamat Ulang Tahun ya mas….” jabatnya sambil berusaha memelukku. Aku pun kagok dengan tingkah dia. Jujur aku pun baru sadar kalau hari ini adalah ulang tahunku yang ke 30.

Seperti layaknya orang ulang tahun, dia pun mencium pipi kiri dan pipi kanan. Entah getar apa yang terasa, aku merasa ada sentuhan yang terdalam dari pelukan dan ciuman dia walau erna baru pertama kali berjumpa.

Aku pun masih terdiam karena kaget dan tak menyangka erna sampai berbuat spt itu demi sebuah permintaan maaf. Didalam kegalauan hatiku erna mengagetkan aku dengan satu pertanyaan “Mas ultah, mau aku kasih hadiah apa…?”

Mulutku masih rapat terkunci tanpa bisa menjawab. “Kenapa mas….!!” desak dia. Dalam hati aku berpikir, Sinta cewek ku saja tidak pernah berbuat spt ini saat aku ultah. Antara gembira dan kesel masih berkecamuk dalam hatiku.

Berhubung cafe ini hanya menyediakan minum dan bakery saja, erna menawarkan traktiran makan malam di sebuah restoran yang tak jauh letaknya dari cafe ini.

Rupanya erna saat itu datang memakai mobil dan diantar sopirnya, erna pun meminta sopirnya mengendarai motorku, sedangkan aku bersama dia dalam mobil sedan mewah miliknya.

Aku seperti sapi yang dicocok hidung nya menghadapi erna, aku tak kuasa menolak apa pinta dia hingga aku pun menurut saja saat aku diajak makan di steak house.

Singkat cerita kami sudah menyelesaikan makan malam dengan menu spesial steak import yang tak pernah aku makan sebelumnya.

Kami pun kembali ke rumah erna sambil ngobrol lebih akrab selama perjalanan. Sampailah kami di sebuah rumah mewah besar di pinggir pantai. Rupanya erna anak orang kaya yang memiliki rumah bak villa dipinggir pantai.

Sebelum berpisah erna pun mendekati ku yang masih berdiri disamping mobil mewahnya. Erna kembali memelukku sambil berbisik “Maafin aku ya mas…”

Jujur aku menjadi bergairah dengan sentuhan toket erna yang menonjol sexy dibalik kaos ketatnya.

Aku pun membalas pelukan dia sambil berbisik “Ga pa pa.. santai aja…”
Iseng aku dekati bibir ku ke bibir dia, rupanya erna membiarkan aku mengecup bibir dia. Merasa diberi angin, aku pun semakin mencium bibir erna lebih keras.

Dia pun merespon dengan ciuman yang hot serta pelukan yang lebih erat, aku pun semakin panas dan terangsang, seolah tak mempedulikan kalau kami sedang berada di garase.

Erna pun berdesah saat aku mencium dia lebih kasar sambil meremas remas pantat dia dengan kedua tanganku.

Erna mungkin juga sudah horny lalu dia menaikan salah satu kakinya hingga memek dia yang terbungkus cd putih tampak jelas. Memek yang masih terbungkus cd itu aku tempelkan ke kontolku yang saat itu masih mengenakan seragam kantor.

Tak sadar aku sudah menyandarkan erna di mobil sambil mengangkat salah satu kakinya dengan tanganku, kugoyang goyang kan memek dia dengan pinggangku yang membuat dia berdesah lebih erotis.

Erna berusaha melepas resletingku saat aku masih menikmati ciuman erotis bibirnya. Erna berusaha mengeluarkan lolok ku dari balik relesting, hingga lolok yang tegang dan keras menjulur keluar dari balik celana ku.

Melihat lolok ku sudah mejulur tegang keluar, erna menyibakan celana dalam dalam nya hingga lolok ku dengan mulus meluncur memasuki liat memek dia.

Erna berdesah semakin erotis dan pelukan semakin erat. Aku pun menghujamkan lolok ku kedalam memek dia. erna pun berusaha mengimbangi dengan gerakan – gerakan erotis pantat dia.
ceritapanas.com
Erna rupanya sangat menikmati kontolku, bibir dia sampai melongo dengan mata sedikit mendelik terutama saat aku hujamkan lolokku.

Tak berselang 15 menit kemudian erna seperti kesetanan bergoyang. lalu berdesah lebih kencang sambil mencakar punggungku. Aku pun tambah teransang dan mencapai puncaknya sedetik kemudian.

Kusemprotkan carian sperma hangat dari kontolku pertanda aku mencapai puncak gairah ini.

Mungkin ada sekitar 5 menit kami masih termangu berpelukan erat tanpa mampu berkata kata. Kami berdua tak menyangka dan sadar apa yang telah terjadi tadi.

Yang kami rasakan, kami merasa bahagia bisa berpelukan erat mesra seolah – olah kami adalah sepasang kekasih yang berpisah ribuan tahun lalu bertemu lagi.

Ada rasa yang berbeda saat aku bersama erna, entah inikan yang namanya cinta. Yang jelas kami berdua mungkin merasakan kejenuhan dengan pasangan masing – masing.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment